Upil. Hah? Upil?
Sakit itu... nggak enak ya. Tiga hari terkapar tak berdaya di tempat tidur rasanya bosan berat. Mau baca-baca, pusing banget. Mau olahraga, badan lemes semua kayak Superman ngantongin kryptonite (lagian badan demam gitu mau olahraga, gaya lu Yo!). Mau nge-game, nggak kuat duduk tegak lama-lama. Mau dugem, lebih nggak mungkin lagi. Cakep-cakep gini saya kan masih manusia semesta yang berusaha taat pada aturan Sang Pencipta :D. Akhirnya saya cuma bisa jadi manusia tanpa guna yang teronggok bak gombal butut, hidung basah oleh ingus yang walaupun sudah disedot berkali-kali tetep bandel pengen liat dunia, mata ketap-ketip memandangi langit-langit berharap ada ujan duit (yang nggak bakal mungkin kecuali ada milyarder bosen duit yang tiba-tiba pengen saweran).
Waktu jadi manusia tak berguna begini bikin saya mikir, apa ini cara Tuhan yang ajaib untuk mengingatkan saya? Tuhan seperti ngomong: “Kamu lahir ke dunia ini sendirian, mati nanti juga sendirian. Jadi kamu harus kuat menghadapi hidup ini sendirian. Karena bagaimanapun juga, dalam hidup ini nggak ada pemeran pengganti yang bisa menggantikan sakit, luka, dan air matamu. Maka nikmatilah saja peranmu. Melebur dalam hidup ini. Nggak usah protes. Kamu protes pun nggak berguna. Kamu mau apa? Wong Saya yang Kuasa Menghidupkan dan Mematikan kamu.” Kemudian Dia tertawa terkekeh-kekeh dan saya cuma bisa manyun.
Kalo lever dan maag saya cuma kesentil sedikit, sepupu saya sampe berak darah karna sakit maag-nya yang sudah kronis. Betapa ya, kita itu sering nggak manfaatin waktu, kemampuan, dan perhatian. Ketika ‘alam mengingatkan’ dengan sakit, atau bencana, baru deh kita nyadar. Tapi ya itu, kadang kita terlambat sadar. Tau-tau harus diopname. Sadar-sadar ginjal udah rusak. Tau-tau paru-paru udah bolong. Dan akhirnya menyisakan penyesalan yang manggil-manggil kalap di belakang. Siapa coba yang nggak nyesel dengan adanya banjir nggak keru-keruan di Jakarta? Paling-paling produsen sepatu bot karna produknya banyak dicari orang, itu juga kalo pabriknya nggak ikut dihantam banjir. Yah, tapi kalo cuma nyesel doang mah nggak ada artinya. Upil juga masih lebih berharga kali, setidaknya ia eksis sebelum akhirnya disentil keluar oleh ujung jari. Nah, apa hubungannya upil dengan ini semua? Tugas kalian untuk mencari tau jawabannya :peace:D



Recent Comments